PPDB Kota Cirebon Masih Diwarnai Siswa Titipan

Siswa titipan ini pun jumlahnya mencapai 700 siswa. Akibatnya, sejumlah SMP dan SMA negeri favorit di Cirebon terpaksa harus menambah rombongan belajar.

Siswa titipan tersebut tidak hanya berasal dari Kota Cirebon, tetapi juga dari luar kota. Sebagian besar dari mereka memiliki nilai ujian nasional (NUN) jauh di bawah nilai passing grade.

Informasi yang berhasil dihimpun, praktik titip-menitip siswa baru ini melibatkan oknum pejabat disdik yang mengeluarkan rekomendasi agar sekolah tujuan bisa menerimanya. Pihak sekolah pun tidak berani menolak karena adanya surat rekomendasi tadi.

Jebolnya rombel sejumlah SMP dan SMA negeri di Kota Cirebon juga karena banyaknya siswa yang masuk lewat jalur prestasi yang sebagian besar tidak dimunculkan nama-namanya di website PPDB online maupun yang diumumkan di masing-masing sekolah.

Berbagai cara dilakukan agar bisa memasukkan para siswa titipan tersebut ke sekolah-sekolah yang dituju, meski harus melanggar petunjuk teknis yang sudah ditetapkan Disdik.

Salah satunya di SMPN 11 yang sejak awal ditetapkan bukan sebagai sekolah penerima jalur bina lingkungan. Namun saat pengumuman, secara diam-diam ditetapkan sebagai sekolah penerima jalur bina lingkungan sehingga puluhan pendaftar tercoret. Padahal NUN mereka besar. Berdasar juknis, daya tampung di SMPN 11 ini adalah 280. Namun, yang diumumkan sebanyak 161 dengan passing grade 25,70 hingga 29,05.

Kabid Litbang Dewan Pendidikan Kota Cirebon, M Rafi mengakui adanya indikasi titip-menitip siswa baru meski pada PPDB saat ini sudah menggunakan sistem online.

"Ternyata pada prakteknya sejumlah sekolah masih kurang transparan dalam pelaksanaan PPDB tersebut," ungkap dia.

Dia menyebutkan, indikasi titip-menitip siswa baru tersebut dengan berbagai modus, seperti dengan mengaburkan keterangan sekolah asal dan penambahan nilai 5 pada kolom prestasi yang seharusnya hanya untuk peraih prestasi internasional.

"Pelaksanaan PPDB online tidak sesuai target yang diharapkan yakni terciptanya transparansi dan tak ada praktek titip menitip siswa," kata dia.

Ketua Komisi C DPRD Kota Cirebon, Yuliarso juga membenarkan masih maraknya praktik titip menitip siswa dalam PPDB tahun ini. Dia menyesalkan sikap Disdik Kota Cirebon yang tidak berani menolak siswa titipan tersebut.
Share this article :
 

Posting Komentar

Free Homepage Translation
TUTUP

PEMBERITAHUAN !

Anda merasa mendapat manfaat dari artikel-artikel blog ini, jangan lupa klik iklan diatas, sebagai bentuk apresiasi dan donasi terhadap blog
RAKYAT CIREBON

Terima Kasih ^_^

Support : Creating Website | Aat Template | Blooger Template
Copyright © 2011. BERITA CIREBON - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Blogger Template
Proudly powered by Blogger
Facebook Twitter Fans Page
Gratis Berlangganan artikel Rakyat Cirebon via mail, join sekarang!
Selamat datang di Rakyat Cirebon Blog | Terima kasih atas kunjungnya dan semoga blog ini bermanfaat bagi kita semua | Bagi anda yang mau pasang iklan di blog ini bisa KLIK DISINI | Jangan lupa klik salah satu iklan biar blog ini tetap bisa update ^_^